Projek STEAM di SMA Al Fityan School Tangerang. (Foto: Al Fityan School Tangerang)
Sekolah merupakan salah satu tempat untuk mendapatkan berbagai ilmu, pengetahuan, pertemanan, bahkan sekolah juga dapat menjadi tempat untuk mengasah kemampuan, bakat, serta minat para peserta didik. Di sekolah, peserta didik dapat mengeksplorasi berbagai hal yang diberikan oleh guru, mulai dari tugas yang bersifat project hingga kegiatan ekstrakurikuler.
Berdasarkan laman resmi campaignforschoolequity.org, di sana juga dijelaskan bahwa sekolah menjadi tempat yang mempunyai peran yang sangat vital, khususnya dalam membentuk karakter serta dalam memberikan pengetahuan. Selain itu, sekolah juga menjadi tempat untuk mengembangkan potensi serta keterampilan yang dimiliki oleh para peserta didik. Oleh karena itu, penting bagi para guru atau pihak sekolah untuk menyediakan wadah yang dapat membantu peserta didik menemukan bakat, potensi, keterampilan, serta kreativitas, salah satunya melalui tugas proyek.
Dilansir dari buku.kompas.com, tugas atau pembelajaran berbasis proyek adalah salah satu metode pembelajaran yang melibatkan peserta didik untuk melakukan penyelesaian proyek nyata, dimana hal tersebut berguna untuk mengasah dan mengembangkan pemahaman mereka terhadap suatu masalah, fenomena, konsep, maupun keterampilan. Oleh karena itu, metode proyek ini biasanya mengharuskan peserta didik untuk menerapkan ilmu atau pengetahuan yang telah diperoleh selama kegiatan belajar mengajar di kelas, bukan sekedar menghafal teori saja. Selain itu, pembelajaran berbasis proyek biasanya melalui beberapa tahapan dan menghasilkan suatu karya nyata. Disebutkan pula berbagai manfaat yang akan didapat melalui tugas atau pembelajaran berbasis proyek, yaitu melatih kemampuan kerja sama, mengasah kreativitas dan inovasi, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta meningkatkan kemampuan public speaking.
Berbagai manfaat tersebut mendorong Al Fityan School Tangerang untuk menerapkan sistem pembelajaran berbasis proyek. Di tahun 2026 ini, terhitung sejak awal Januari, SMA Al Fityan School Tangerang menggelar program Science, Technology, Engineering, Al-Qur’an, Mathematics (STEAM) Project yang bertemakan “Rekayasa Teknologi”.
STEAM Project ini diikuti oleh para peserta didik kelas 10, 11, dan 12, dimana mereka dibagi dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari 2-4 siswa. Kegiatan dimulai pada tanggal 6-7 Januari 2026, dimana pada tanggal tersebut, mereka mulai menyusun proposal STEAM. Kemudian selama dua hari, yaitu tanggal 8 dan 9, peserta didik mempresentasikan proposal yang telah disusunnya. Setiap kelompok diberikan waktu 10 menit, yaitu 7 menit untuk presentasi dan 3 menit untuk sesi tanya jawab.
Berlanjut pada tanggal 10-12 Januari, para peserta didik dipersilahkan untuk membeli bahan-bahan proyek yang dibutuhkan masing-masing kelompok. Kemudian selama satu pekan, mereka bisa memulai untuk mengerjakan proyeknya dan dilanjutkan dengan menyusun laporan proyek.
Tanggal 20 Januari, proyek yang telah selesai dibuat beserta laporan hasilnya pun dipresentasikan di depan para juri, dimana SMA Al Fityan School Tangerang mengundang beberapa dosen dan perwakilan wali murid untuk dijadikan sebagai juri. Di presentasi hasil proyek ini, total waktu yang diberikan yaitu 20 menit, 10 menit untuk presentasi dan 10 menit untuk sesi tanya jawab.
Setelah melewati seminar hasil atau presentasi hasil proyek, para peserta didik pun memasuki inti acara, yaitu gebyar pameran hasil proyek yang dilaksanakan pada tanggal 23 Januari 2026. Pada kegiatan ini, mereka memamerkan hasil karya yang telah dibuat serta bertugas menjelaskan karya di setiap stan kelompok masing-masing kepada para tamu undangan yang hadir. Adapun tamu undangan tersebut berasal dari para wali murid, siswa-siswi dari unit TK hingga SMP, dan para guru. Gebyar pameran hasil proyek tersebut menjadi penutup dari segala rangkaian acara STEAM Project.
Kegiatan STEAM ini menjadi salah satu wujud implementasi pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) yang mendukung penguatan karakter, literasi sains, serta kesiapan peserta didik menghadapi dunia pendidikan lanjutan dan kehidupan bermasyarakat. Melalui kegiatan STEAM ini juga, SMA Al Fityan School Tangerang berkomitmen untuk menghadirkan pembelajaran bermakna yang kontekstual dan relevan dengan tantangan abad ke-21. Diharapkan, peserta didik tidak hanya memahami konsep teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam bentuk inovasi dan penelitian yang bermanfaat.

