Dongeng Edukatif Warnai Peringatan Isra’ Mi’raj di SD Al Fityan School Tangerang

Peringatan Isra’ Mi’raj di SD Al Fityan School Tangerang. (Foto: Al Fityan School Tangerang)

Isra’ Mi’raj merupakan salah satu peristiwa agung, dimana terjadinya dua perjalanan sekaligus yang dialami oleh Rasulullah SAW dalam satu malam. Dikutip dari laman baznasjabar.org, Isra’ merupakan perjalanan malam oleh Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsha. Setelah itu, Nabi Muhammad SAW melanjutkan perjalanan dari Masjidil Aqsha menuju Sidratul Muntaha, dimana perjalanan ini dikenal dengan sebutan Mi’raj.

Melansir dari lampung.nu.or.id, terdapat berbagai pendapat yang menyebutkan kapan peristiwa Isra’ Mi’raj terjadi. Dalam Rakhiqul Makhtum, Sofiyurrahman Al-Mubarakfuri menjelaskan adanya enam macam pendapat kapan terjadinya Isra’ Mi’raj. Akan tetapi, di sini ditekankan pula bahwa keenam pendapat tersebut tidak ada yang bisa dipastikan akan kebenarannya.

Pendapat pertama mengatakan Isra’ Mi’raj terjadi pada tahun kedua setelah diutusnya Nabi Muhammad sebagai nabi. Sedangkan pendapat kedua menyebutkan bahwa peristiwa tersebut dilakukan pada tahun ke-5 diutusnya nabi dan pendapat ini sejalan dengan pendapat An-Nawawi dan Al-Qurthuby.

Berikutnya pendapat yang menjadi populer dan lumrah di masyarakat, yaitu oleh Al-Manshur Faury yang mengatakan bahwa Isra’ Mi’raj terjadi pada 27 Rajab tahun ke-10 setelah diutusnya Nabi Muhammad. Keempat, pendapat dari Amam Al-Baihaqi, dimana beliau mengutip pendapat Az-Zuhri, bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Rabi’ul Awal tahun ke-13 setelah diutusnya nabi.

Selanjutnya pendapat yang kelima oleh As-Sadi, disebutkan bahwa terjadinya Isra’ Mi’raj yaitu pada sembilan belas bulan sebelum peristiwa Hijrah yang bertepatan dengan bulan Dzul Qa’dah. Dan terakhir pendapat dari Al-Harby yang mengatakan bahwa Isra’ Mi’raj terjadi pada 27 Rabiul Akhir.

Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut, dapat kita ketahui bahwa tidak ada yang tahu pasti kapan terjadinya peristiwa agung Isra’ Mi’raj. Akan tetapi, umat Islam biasa memperingatinya setiap tanggal 27 Rajab.

Dalam rangka memperingati peristiwa Isra’ Mi’raj, SD Al Fityan School Tangerang turut menggelar kegiatan. Pada tahun ini, tema yang diangkat adalah “Khusyu’ Sholatku, Indah Akhlakku”. Agenda ini dilaksanakan di Aula Masjid Al Fityan School Tangerang dan acara dimulai pada pukul 10.00-11.30 WIB.

Acara tersebut diisi oleh Kak Titi Pendongeng, dimana beliau memberikan materi yang dikemas dengan unik, yaitu dengan membawa boneka dan membuatnya seolah-olah dapat berbicara. Sehingga kesannya seperti dua orang yang sedang berinteraksi. Adapun materi yang disampaikan meliputi pentingnya sholat, sikap khusyu’ dalam sholat, hingga pentingnya memiliki akhlak yang indah.

Cara tersebut membuat para murid antusias dan tidak merasa bosan selama mengikuti acara dari awal hingga akhir. Selain itu, dengan cara tersebut pula dapat membuat para murid mudah menangkap materi yang diberikan. Dan alhamdulillah seluruh rangkaian acara berlangsung dengan lancar.

Pemberian materi melalui metode dongeng tersebut juga memberikan banyak manfaat lainnya. Dikutip dari laman academy.sparks-edu.com, metode dongeng sangat baik untuk anak, karena dapat melatih imajinasi dan kreativitas, mengembangkan kemampuan bahasa dan daya ingat, mengajarkan nilai moral dan etika, membantu anak mengelola ketakutan dan kecemasan, menumbuhkan empati dan kecerdasan emosional, serta menumbuhkan minat membaca dan rasa ingin tahu.

Selain melihat bagaimana manfaat dari metode dongeng dalam kegiatan peringatan Isra’ Mi’raj tersebut, peristiwa Isra’ Mi’raj itu sendiri tentunya memiliki banyak pelajaran penting yang dapat kita ambil hikmahnya. Dilansir dari ntt.kemenag.go.id, beberapa diantaranya adalah menunjukkan betapa mulia dan istimewanya Nabi Muhammad, kewajiban sholat lima waktu, membela perjuangan agama, serta perjalanan pertama luar angkasa.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *