Pengimbasan Konsep Pembelajaran Mendalam. (Foto: Al Fityan School Tangerang).
Pendidikan merupakan kebutuhan setiap manusia, tanpa memandang usia, dan sekolah menjadi salah satu sarana serta tempat yang tepat untuk memperolehnya. Pendidikan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di kelas, tetapi juga oleh keselarasan visi, misi, serta perencanaan program pembelajaran yang matang. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang mendalam mengenai konsep pembelajaran agar setiap satuan pendidikan mampu menghadirkan proses belajar yang bermakna dan berkelanjutan.
Sebagai upaya mewujudkan hal tersebut, SMP Al Fityan School Tangerang berkolaborasi dengan Pengawas SMP Gugus 02 beserta para PKS Kurikulum beberapa SMP yang ada di Kabupaten Tangerang menyelenggarakan Pengimbasan Konsep Pembelajaran Mendalam untuk Penyelarasan Visi dan Misi Sekolah serta Rencana Program Pembelajaran Guru. Kegiatan ini sebagai upaya peningkatan mutu proses pembelajaran serta tindak lanjut dari hasil bimtek Pembelajaran Mendalam bagi sekolah yang telah mengikuti maupun yang belum.
Kegiatan pengimbasan ini dilaksanakan di Aula Masjid Al Fityan School Tangerang dan dihadiri oleh 15 peserta yang berasal dari Pengawas SMP Gugus 02 Kecamatan Curug dan Kelapa Dua, Kepala Sekolah SMP Al Fityan School Tangerang, dan jajaran dari PKS Kurikulum SMP Al Fityan, SMP Permata Hati, SMP IT Alia, SMP Muhammadiyah, SMP Sunan Bonang, dan SMP Dasana Indah. Memasuki pukul 09.30 WIB, acara pun dimulai.
Acara dibuka dengan membaca basmalah dan doa terlebih dahulu. Kemudian dilanjut dengan sambutan oleh Kepala SMP Al Fityan School Tangerang selaku tuan rumah. Selanjutnya memasuki acara inti, yaitu pembinaan oleh Akhmad Ruswandi, S.Pd. MMPd. selaku Pengawas SMP Gugus 02. Adapun materi pembinaan yang diberikan yaitu mengenai pola pikir bertumbuh; perbedaan pola pikir tetap (PPT) dan pola pikir bertumbuh (PPB), seperti bagaimana hambatan, tantangan, usaha, hingga kritik; kemudian mengenai pentingnya pelatihan pola pikir; teknik STAR (Situasi, Tantangan, Aksi, dan Refleksi); serta pentingnya menghidupkan visi misi dan tujuan sekolah, dimana didalamnya diperlukan adanya strategi Kepala Satuan Pendidikan dan perilaku warga satuan pendidikan yang diharapkan.
Setelah itu, susunan acara berikutnya adalah pemaparan RPP PM oleh kurikulum yang diselingi dengan sesi tanya jawab. Sesi ini menjadi rangkaian acara terakhir yang kemudian ditutup dengan doa penutup.
Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar dan para peserta mengikutinya dengan penuh antusias. Semoga melalui agenda ini, perencanaan program pembelajaran menjadi lebih terarah dan berkualitas. Semoga juga dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan mutu pembelajaran di satuan pendidikan dan memperkuat kolaborasi antar sekolah dalam mewujudkan proses pendidikan yang bermakna dan berkelanjutan.

