“Move On Yuk”

6

      “Move On Yuk”

Oleh: Sandra Yuliana, S.S (Guru Bahasa Indonesia SMA) 

 

Kita tentu sadar, dalam pengertiannya belajar memiliki cakupan yang sangat luas. Belajar bukan sekedar kewajiban bagi siswa, namun juga harus didasari atas kemauan terutama dalam masa pandemi seperti ini. Kita harus keluar dari zona ternyaman, bertempur dengan hati dan pikiran. Pilihan ada ditangan kita, “Bertarung dengan penuh kebermanfaatan atau hanya sebatas rebahan?”.

Menurut “Menurut Syaiful & Aswan (2014:5)”[1], “Belajar adalah perubahan prilaku berkat pengalaman dan latihan. Artinya adalah perubahan tingkah laku, baik yang menyangkut pengetahuan, keterampilan maupun sikap, bahkan meliputi segenap aspek organisme atau pribadi”.

Akan tetapi, pandemi ini membuat kegiatan serba terbatas bagi beberapa siswa dan guru. Siswa tidak bisa mengikuti kegiatan sekolah dengan berbagai macam program yang menyenangkan.  Guru pun dipaksa untuk memutar pikiran dalam proses pembelajaran agar tetap seru dan tidak membosankan. Hampir lebih dari satu tahun pendidikan dilakukan secara daring. Semua pihak merasa kewalahan, baik itu guru, siswa bahkan orang tua.

Lagi-lagi motivasi yang menjadi kunci permasalahan. Banyak yang beralasan, belajar daring ini tidak meningkatkan gairah belajar dikarenakan jenuh hanya melihat guru dan teman melalui layar gawai yang dimiliki. Banyak faktor yang membuat siswa kehilangan minat belajar. Faktor tersebut yaitu faktor individu (faktor intern) dan faktor yang berasal dari luar individu (faktor ekstern).

Apabila pembelajaran daring ini terus berlanjut, permasalahan tersebut sungguh membuat kekhawatiran khususnya orang tua dan guru terhadap masa depan anak-anak bangsa. Tidak hanya itu, bahkan menteri pendidikan dan kebudayaan, Nadiem Makarim, khawatir jika pendidikan secara daring terus berlanjut akan berdampak buruk pada output pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu, kebijakan-kebijakan pendidikan dikeluarkan dalam upaya mengatasi permasalahan pandemi dalam pendidikan.

Hal tersebut dapat dilihat dari adanya rencana pembukaan sekolah tatap muka terbatas tahun pelajaran 2021/2022. Namun, hal ini ternyata belum dapat direalisasikan karena tingkat kenaikan paparan Covid-19 terus melonjak di akhir bulan Juni sampai dengan akhir bulan Juli. Kondisi tersebut pada akhirnya membawa pemerintah Indonesia mengubah banyak sistem, termasuk sistem pendidikan untuk melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat mulai tanggal 3-20 Juli 2021 dan berlanjut sampai dengan sekarang sesuai level paparan masing-masing daerah/kota.

Sejumlah orang tua, guru dan siswa merasa kecewa serta sedih, proses pembelajaran tatap muka kembali ditunda. Namun, disinilah tantangan terbesar orang tua, guru dan  terutama siswa. Bangkit atau Move On bahasa kekiniannya adalah sebuah kunci keberhasilan untuk siswa meraih prestasi dalam pembelajaran daring pada masa pandemi ini. Jika kita tidak move on dari kondisi seperti ini, tentu yang merugi adalah diri sendiri bahkan berdampak pada keluarga.

Jangan berlarut-larut dalam berkeluh kesah, galau, atau tidak memiliki motivasi sama sekali dalam belajar. Karena yang menentukan kesuksesan adalah diri kita sendiri.

Move on tidak selalu sulit. Kita bisa melakukannya dengan berbagai cara yang mudah. Pastikan kita memiliki cara untuk memotivasi diri kita agar dapat move on  menuju masa depan yang lebih baik. Beberapa cara yang bisa dilakukan yaitu sebagai berikut:

  1. Hentikan Segala Bentuk Komunikasi Saat Belajar

Jangan hanya niat belajar setengah-setengah. Kita harus memiliki komitmen yang kuat untuk belajar tanpa ada rasa galau. Matikan seluruh akses yang menggangu saat kita belajar. Seperti games, media social, dll. Kita harus fokus dan berikan porsi waktu masing-masing untuk kegiatan lain di luar waktu belajar.

  1. Jangan Buru-buru, Lihat Masa Depan yang Sudah Kita Rancang

Jangan terlalu terburu-buru tidak menyukai pelajaran yang kita ikuti. Nikmati saja dulu, pahami, jika tidak paham maka bertanya kepada guru pengampu pelajaran tersebut. Bisa jadi mata pelajaran yang kita tidak suka hari ini, kelak akan banyak membawa manfaat di masa depan kita nanti.

  1. Jangan Banyak Mengkritik Diri Sendiri, Orang Lain dan Kondisi

Beberapa orang susah move on, biasanya karena suka menyalakan diri sendiri,orang lain dan kondisi.

“Ini semua salahku, aku ga berguna jadi seorang anak”

“Kenapa aku bodoh sekali, teman lain bisa aku ga bisa”

“Ini semua gara-gara pandemi”

“Keluarga di rumah tidak mendukung, berisik!”

Wow! Stop Here! Niat kita disini adalah move on dari masa lalu, masa dimana saat pembelajaran online pertama kali berlangsung. Kita harus bangun ini, sudah lebih dari satu tahun. yukk, move on! Cara move on terbaik adalah fokuskan diri kita pada pertumbuhan masa depan kita, jangan menyerah pada penyesalan.

  1. Beri Penghargaan pada Diri Sendiri

Daripada kita terus terpaku kepada kesedihan, lebih baik sedikit memberi ‘suntikan’ kebahagiaan pada diri sendiri. Pada teori modifikasi perilaku, kita mengenal adanya sistem pemberian reward untuk mendorong individu melanjutkan perilaku yang dikehendaki. Artinya, self reward adalah memberi penghargaan kepada diri sendiri karena sudah melewati masa-masa kelam. Koch et al. (2014)[2], dalam penelitiannya melaporkan bahwa segala usaha yang memberikan self reward dapat meningkatkan motivasi internal individu. Jadi, sistem ini bisa kita terapkan untuk diri kita  sendiri dengan membiarkan diri kita melakukan kegiatan-kegiatan yang membuat diri  bahagia, misalnya jika kita sudah bisa menghafal 1 juz atau mendapat nilai bagus, kita akan memakan makanan  kesukaan kita. Wah, pasti semangat ini akan terpacu!

  1. Dukungan Keluarga

Di sini, kita perlu banyak bercerita ke orang-orang terdekat tentang permasalahan yang kita alami. Lingkup pertama yang kita bisa jadikan teman bercerita adalah keluarga. Keluarga saat pembalajaran daring ini memiliki peran terbesar untuk menyukseskan kita dalam pembelajaran daring. Mengapa? Karena hampir 80% pembelajaran dilakukan di rumah. So, yuk kita sering berkomunikasi dengan orang tua, adik, kakak agar bisa mendapatkan solusi dari kebosanan kita selama belajar daring.

  1. Mengambil Hikmah

Setelah kita melakukan kelima cara di atas dengan senang, bahagia dan banyak dukungan. Terakhir adalah kita harus mengambil hikmah bahwa pandemi ini adalah qodarullah, semua terjadi atas kehendak Allah Subhanahu wa ta’ala. Kita harus percaya bahwa setelah kejadian ini, Allah Azza wa jalla akan menghadirkan hikmah yang besar untuk masa depan kita. Gunakan kesempatan dengan terus menjaga semangat yang positif dan terus mendekat dengan orang-orang yang expert (ahli) sehingga akan semakin mendekatkan kepada masa depan kita.

 

Nah, itu merupakan tips dan trik move on dalam pembelajaran daring. Kita bisa terapkan di rumah dan pada kehidupan kita sehari-hari. Move on butuh perjuangan, tinggal kita tanyakan pada diri sendiri, apakah kita sudah siap untuk Move on?

 

[1] Syaiful, B. D., & Aswan, Z. (2014). Strategi Belajar Mengajar. Jakara: Rineka Cipta.

[2] Koch, A. K., Nafziger, J., Suvorov, A., & van de Ven, J. (2014). Self-rewards and Personal Motivation. European Economic Review, 68, 151–167. doi:10.1016/j.euroecorev.2014.03.002.

6 Comments

  1. Win

    Masya Allah…
    Tabarakallah ustadzah Sandra

    Semangat hijrah,
    Semangat Move On…!!!

  2. Puji Haryanto

    Alhamdulillah

  3. Resti Nurul Farhati

    MasyaAllah isi artikel yang sangat bermanfaat. semoga seluruh peserta didik di Indonesia bisa segera move on dari masa pandemi ini dan tetap berprestasi..

  4. Win

    Masya Allah…
    Semoga bisa ikut move on terus
    Hari ini lebih baik dari kemarin
    dan besok lebih baik dari hari ini

  5. Siti Julaeha

    MasyaAllah bu Sandra. Tips move onnya semoga bisa saya implementasikan. Aamiin.

  6. Carine Verantia

    Masya Allah Bu Sandra.. Yuk Move On!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *