Employee Development Program “Level 1: Soul Cleansing and Mental Health Resilience”. (Foto: Al Fityan School Tangerang)
Sebagai seseorang yang berada dalam lingkungan kerja, kita perlu memperhatikan berbagai hal, baik dari segi eksternal maupun internal. Akan tetapi, terdapat satu hal penting yang tidak boleh diabaikan, yaitu diri sendiri. Terkadang kita terlalu fokus pada orang lain hingga melupakan diri sendiri, baik dalam merawat diri, menjaga kesehatan jasmani, dan yang paling sering luput adalah kesehatan mental.
Kesehatan mental merupakan hal yang krusial, terutama bagi mereka yang sudah menjajaki dunia kerja. Salah satu contohnya adalah profesi guru. Guru merupakan salah satu pekerjaan yang memiliki peran penting, yaitu memberikan ilmu serta pengetahuan kepada para murid. Seorang guru juga harus selalu memperhatikan kondisi murid-muridnya, seperti apakah mereka mengalami kesulitan selama di sekolah, menjaga perilaku agar dapat menjadi teladan yang baik, hingga berperan sebagai ‘psikolog’ bagi para murid yang ingin berbagi cerita.
Dikutip dari laman resmi alodokter.com, dengan menjaga kesehatan mental, kita mampu menangani stres, bekerja dengan produktif, serta dapat berkontribusi di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Sehingga, memiliki mental yang baik sangat bermanfaat dalam menunjang kelancaran kehidupan sehari-hari, terutama dalam meningkatkan produktivitas kerja.
Maka dari itu, seorang guru juga harus memperhatikan kesehatan mentalnya sendiri. Karena bagaimanapun, dengan kondisi mental yang baik, maka energi yang terpancar dalam diri juga akan positif. Dan tidak dapat dipungkiri bahwa energi dalam diri seseorang dapat mempengaruhi orang lain. Sehingga penting bagi kita, apalagi bagi seorang guru untuk memperhatikan dan menjaga kondisi mental sebaik mungkin agar energi positif dapat tersalurkan dan menciptakan suasana belajar yang kondusif serta menyenangkan.
Mengutip dari laman konsultanpsikologijakarta.com, dijelaskan bahwa kesehatan mental menurut Prof. Dr. Fuad Nashori yang merupakan psikolog dari Universitas Islam Indonesia (UII) adalah kemampuan individu dalam menjalani kehidupan secara selaras dengan diri sendiri, orang lain, dan Tuhan, yang mencakup kedamaian batin, keseimbangan emosi, dan keberfungsian sosial yang baik. Sedangkan energi positif, sesuai dengan apa yang dijelaskan di klasika.kompas.id, bahwa penelitian Cameron bersama timnya menemukan bahwa seseorang yang dikelilingi energi positif akan merasa lebih baik, lebih produktif, lebih kreatif, dan lebih antusias.
Oleh karena itu, sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental dan energi positif, Al Fityan School Tangerang menggelar Employee Development Program “Level 1: Soul Cleansing and Mental Health Resilience”. Program tersebut berlokasikan di Aula Masjid Al Fityan School Tangerang pada Senin, 30 Maret 2026, tepat setelah kegiatan halal bihalal dilaksanakan. Adapun peserta yang mengikuti pelatihan ini yaitu seluruh pegawai, baik guru maupun non-guru yang berjumlah 185.
Kegiatan pelatihan ini bekerja sama dengan Genetika Consulting, yang turut menghadirkan para pemateri. yaitu Coach Dr. Muhammad Didi Ahmadi, M.I.Kom., C.PE., C.ST., CT., C.PS., C.IB., C.LS.T., C.MT., BNSP., dan dr. HJ. Rini Eka Putri. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam dua sesi. Sesi pertama pada pukul 10.00 WIB. Sebelum masuk ke materi, para peserta mengikuti sesi ice breaking terlebih dahulu untuk menciptakan suasana yang lebih rileks. Setelah itu barulah materi diberikan oleh Dr. Didi.
Pemateri menyampaikan materi dengan cara yang unik, yaitu selain memaparkan materi juga diselingi dengan beberapa games yang tetap selaras dengan tema yang dibawakan, yaitu mengenai Soul Cleansing. Dalam penyampaiannya, dijelaskan bahwa energi atau getaran kita dapat mempengaruhi orang lain, pentingnya memiliki energi yang positif, hingga pentingnya memaafkan orang yang telah menyakiti kita. Sesi pertama pelatihan ini berakhir pada pukul 12.00 WIB.
Selanjutnya, kegiatan memasuki waktu istirahat, sholat, dan makan hingga pukul 13.00 WIB. Setelah itu, sesi kedua pun dimulai. Pada sesi kedua, materi disampaikan oleh dr. Hj. Rini Eka Putri mengenai mental health. Pemateri menyampaikan bahwa gangguan kejiwaan memiliki 3 fase atau tahap, yaitu dimulai dari gangguan cemas berlebihan, depresi, dan tahap paling berat adalah skizofrenia. Dijelaskan pula mengenai cara menjaga kesehatan mental yaitu dengan menjaga kesehatan fisik hingga human growth hormone. Sesi kedua ini berakhir sekitar pukul 15.15 WIB. Sebelum kegiatan berakhir, acara ditutup dengan sesi foto bersama.
Alhamdulillah semua rangkaian kegiatan pelatihan berjalan dengan lancar. Pelatihan ini menjadi pengingat bahwa di tengah berbagai tanggung jawab, menjaga diri sendiri tetap menjadi hal yang utama. Dengan mental yang sehat dan energi yang positif, setiap langkah yang diambil tidak hanya berdampak bagi diri sendiri, tetapi juga bagi lingkungan sekitar.

